Ketika yang memimpin berbuat kemusyrikan

Maka apakah mereka tiada mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Adalah orang-orang yang sebelum mereka itu lebih hebat kekuatannya dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka. ( QS. Al Mu’min 40:82 )

312422_514433155255434_1283766320_n

Gambar ini dinukil dari Sebuah jejaring Islamedia ,jazakumullah khoir banyak memberikan inspirasi.

Ada-ada saja tingkah para pemimpin negeri ini. Melihat banyak kejadian lucu yang tersaji di media akan polah tingkah pemimpin negeri ini membuat kita geli tapi juga miris. Adakah negeri ini akan menemukan kemakmuranya? Setelah kisruh di rapat  DPR, dualisme PSSI dan KPSI, begitu banyak lagi kejadian lusu di negeri ini, baru-baru ini dua kejadian yang tidak lama berselang, masih ada saja pemipin sekelas walikota bahkan menteri berbuat bodoh dengan mencari keberkahan dari siraman kembang. Sungguh tragis, orang berkelas yang banyak dijadikan panutan mayarakat justru malah memberikan contoh perilaku yang menyesatkan.

“Pada hari ketika wajah mereka dibolak-balikkan di dalam neraka, mereka berkata: sekiranya kami mentaati Allah dan Rasul-Nya. Dan mereka berkata: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan
kami dari jalan yang benar. Ya Tuhan kami, timpakan kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar.” (Al-Ahzab: 66-68)

Pers rilis REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  Ahad 6 Januari 2012 menyatakan Upaya menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, meruwat mobil listrik Ferrari Tucuxi miliknya. Setelah prosesi ruwatan, mobil senilai Rp 1,5 miliar itu menabrak tebing di Magetan  saat dikendarai dari Sol. Alhasil, mobil yang sudah dicuci denga air kembang dari empat penjuru mata angin itu malah ringsek. “Saya tidak tahu ruwatan itu apa. Tapi, tidak perlu mobil diruwat,” imbaunya.

Sebelumnya, Dahlan membuat sensasi aneh dengan menggelar upacara klenik. Dalam rilis yang diterima Republika, Sabtu (5/1), mobil listrik Tucuxi akan diruwat di Solo dalam sebuah upacara mandi kembang yang dilakukan dalang terkenal Ki Manteb Sudarsono. ”

Acara Muruwat Kolo itu dilakukan agar Mobil Tucuxi terhindar dari Segala bahaya, bala dan fitnah dari manapun,” kata keterangan itu. “Upacara Muruwat Kolo tersebut akan diadakan tepat pada pukul 13:11 WIB. Karena, menurut hitungan Tahun Soko, itu saat yg paling tepat untuk upacara Murwat Kolo.”

Hal yang sama dilakukan Jokowi saat masih berstatus sebagai Walikota Solo belum lama ini. Mobil ESEMKA karya anak negeri diuwat dengan dimandikan kembang menjelang uji emisi. Alhasil ESEMKA yang banyak dibanggakan itu gagal lolos uji emisi.

Negeri ini cukup tergambarkan carut marutnya dari gambaran pemimpinya. Kalau yang melakukan ruwatan itu adalah warga kampung pedalaman yang masih belum banyak mengenal peradaban barangkali akan menjadi sesuatu yang wajar. Tapi ini sudah keterlaluan, yang melakukan ruwatan walinya perkotaan, menterinya BUMN,  bahkan anak TPA saja tahu itu perbuatan musyrik dan dilaknati Allah. Kesombongan apa yang melatari mereka begitu yakin akan selamat dari azab Allah.

Maka apakah mereka tiada mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Adalah orang-orang yang sebelum mereka itu lebih hebat kekuatannya dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka. ( QS. Al Mu’min 40:82 )

Setidaknya ada dua kemungkinan yang melatar belakangi tingkah polah tak lazim ini. Yang pertama bisa jadi ia memang tidak faham dengan yang mereka lakukan itu adalah pelanggaran besar dalam agama ini. Itu mengindikasikan mereka bukan muslim yang baik karena belum banyak perhatianya pada agama yang menjadi keyakinanya. Atau kemungkinan kedua bahwa sesungguhnya mereka tahu bahwa itu salah, tapi lebih menonjolka kepentingan sensasi dan popularitas kemudian mereka berani melanggar . keduanya alasan yang cukup berbeda dan keduanya adalah jahiliyah.

Berkenaan dengan ini Syekh Utsaimin rahimahullah memberikan  penjelasan tentang kisah-kisah umat terdahulu. Beliau mengatakan Sesungguhnya dalam menyikapi kisah-kisah tersebut dan semisalnya manusia terbagi menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama mereka yg mengetahui dan mengenal Allah beserta tanda-tanda kekuasaan-Nya yg terjadi kemudian mereka mengambil pelajaran dari kejadian yg dialami orang-orang yg telah lalu hingga mereka kembali kepada Allah takut sangat takut apabila mereka tertimpa apa yg telah menimpa orang-orang terdahulu. Allah berfirman ‘Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yg sebelum mereka; Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang non muslim akan menerima seperti itu.’ .

Adapun kelompok kedua kelompok yg jahil dan tidak mengenal Allah hati mereka kosong dari keimanan dan keras karena kedurhakaan mereka. Mereka berkata ‘Sesungguhnya kejadian-kejadian itu adalah alamiah’. Sehingga mereka tidak memperhatikannya dan tidak melihat akibat yg datang dari Allah yaitu akibat bagi orang-orang yg mendustakan Allah dan para rasul-Nya. Kita memohon kepada Allah dengan ayat-ayatnya dan dengan asma’-asma ‘ dan sifat-sifat-Nya agar menjadikan kita sebagai orang yg mampu mengambil pelajaran dari tanda-tanda kekuasaan-Nya dan takut akan ancaman dan siksa-Nya. Dan semoga Allah melimpahkan kasih sayang-Nya kepada kita sesungguhnya Dia Maha Pemberi.

Sungguh kita menyaksikan betapa jaman ini menyuguhkan akidah diperjualbelikan. Yang terbaik bagi kita adalah menyelamatkan akidah yang saat ini kita pegang. Maka akan muncul pertanyaan, sejak kapan sebenarnya kita ini menjadi orang Islam? Maka jawabanya bukan dengan melihat identitas kita di KTP, coba kita mengukur dari kapan kita mengucapkan syahadat itu dengan penuh kesadaran. Karena itu rukun pertama untuk berislam. Bahwa syahadat adalah ikrar kita, sumpah kita dan janji kita dengan sepenuh hati kita yakini, kita ucapkan dan kita buktikan dengan amal. Bahwa kita berikrar, bersumpah dan berjanji hanya kepada Allah kita mengabdi, menyembah dan meminta. Bahwa Rasulullah SAW adalah figur yang menjadi percontohan kita, yang hanya dengan mencontoh beliau kita akan sampai pada muara untuk berteu dengan Allah, dzat yang paling dirindukan oleh seorang hamba.

Wallahua’lam, mari kita jadikan setiap kejadian yang kita saksikan sebagai pelajaran berharga. Semoga kita termasuk ke dalam golongan hamba yang senantiasa diberikan ketetapan hati.

Agar tetap diteguhkan hati, ingatlah sebuah do’a yang selalu dibaca oleh Nabi. Amalkan do’a tersebut untuk memohon keteguhan dan keistiqomahan dalam menjalani ajaran Islam. Doa yang paling sering dibaca Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah doa,

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alaa diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).” Ummu Salamah pernah menanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kenapa do’a tersebut yang sering beliau baca. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya menjawab,

يَا أُمَّ سَلَمَةَ إِنَّهُ لَيْسَ آدَمِىٌّ إِلاَّ وَقَلْبُهُ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ فَمَنْ شَاءَ أَقَامَ وَمَنْ شَاءَ أَزَاغَ

Wahai Ummu Salamah, yang namanya hati manusia selalu berada di antara jari-jemari Allah. Siapa saja yang Allah kehendaki, maka Allah akan berikan keteguhan dalam iman. Namun siapa saja yang dikehendaki, Allah pun bisa menyesatkannya.” (HR. Tirmidzi no. 3522. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Son dc terinspirasi/7/1/2013

About galeri son dc

Lebih bermanfaat dengan berbagi

Posted on 7 Januari 2013, in tausiyah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: