KALAU FOKUS HANYA DI SKRIPSI, BAGAIMANA DIBILANG PERJUANGAN..?

lembur_sakit_jantung

Masih sangat terbayang sebulan lalu saat dihadapkan pada pilihan-pilihan yg berat. Segera menyelesaikan tugas akhir atau menunggu enam bulan lagi dengan segala konsekuansinya, bayar spp lagi, KRSan lagi, bimbingan Lagi, dan lain-lain lagi. Saat itu sudah pertengahan Desember, sudah tidak banyak waktu untuk menyelesaikan makalah dan semua administrasinya. Sudah tanggal 16 Desember, skripsiku masih berhenti di Bab 4 yang tak kurang dari 75 lembar harus kuselesaikan. Kucoba memetakan beberapa pekan ke depan, bagaimana caranya setengah bulan ini bisa selesai. Sementara itu sederet kewajiban yang lainnya juga menumpuk dan tidak bisa diganti hari. Kurang dari tiga pekan di Bulan Desember yang kupunya, ternyata pekan pertama tidak bisa kulalui dengan baik. tersisa dua pekan, sementara di dua pekan tersebut hanya ada tiga hari efektif, senin sampai rabu. Karena liburan natal dan tahun baru hari libur maju dari hari Kamis. Alangkah gelisahnya, apa yang bisa kukerjakan dalam kurun waktu dua pekan yang harus dikurangi dengan tiga hari mukhayam, dua hari pleno akhir yayasan dan sekian banyak persiapannya yang tak mungkin rampung dalam sehari atau dua hari, deadline pesanan boneka, belum kewajiban pekanan untuk empat halaqah, dirrect selling ke dapil, dan rutinitas kecil lainnya, didukung keuangan yang kritis, tak selembarpun kutemui di dompet, tinggal kepingan recehan di bawah kasur dan beberapa lembaran hijau di antara baju dalam almari. Ya Allah.. dunia serasa sangat sempit.

Kucoba lagi memetakan beberapa pekan ke depan. Penuh dengan keragu-raguan, aku silang beberapa tanggal untuk mengurungkan niat berangkat mukhayam, padahal ini kesempatan terakhir karena dua kesempatan sebelumnya sudah lewat. Kusilang lagi beberapa tanggal untuk tidak berangkat direct selling, mengundang murobbi tamu untuk mengisi halaqah, mengumpulkan staff untuk menyelesaikan laporan, dan mengcancel pesanan boneka, ya.. artinya aku harus hutang karena tak punya lagi uang tabungan. Desember tak mungkin bisa kurampungkan semuanya hingga kulingkari angka-angka kalender Januari.

Disaat-saat kritis itulah, lintasan-lintasan pikiran banyak yang menghinggapi, peperangan antara kompor motivasi dan pukulan pesimistis. Maka berulang-ulang kubuka kalender dan kucoba memikirkan masak-masak dampak dari setiap keputusan yang akan kuambil. Skripsiku sudah diambang batas untuk diselesaikan, tapi sekian banyak kewajiban itu bukanlah barang remeh yang bisa dinomor duakan apalagi dikorbankan, apalagi menyangkut kepentingan orang banyak.

Alhamdulillah, Allah yang menguatkan tekad dan menjadikan kaki melangkah serta memberikan banyak kemudahan dibaliknya. Aku masih bisa menghandel halaqah meski dibantu murobbi tamu dan penugasan. Urusan pleno akhir bisa kubagi dengan beberapa rekan kerja meski banyak bagian yang memang harus aku kerjakan sendiri. Aku masih bisa mengagendakan direct selling di Januari karena Desember bersamaan dengan mukhayam dan agenda yayasan. Urusan Orderan, si bapak ngasih keringanan, bisa nunggu. Beberapa rutinitas kecil banyak yang terbengkalai, tapi aku tetap berangkat mukhayam.

Allah telah merencanakan skenario yang terbaik untuk keberhasilan kita, dan kita hanya bisa membeli kebanggaan itu dengan perjuangan. Ingatlah, saat Allah menyemburkan zam-zam dari bawah kaki Ismail, saat Maryam harus menggoyang pohon kurma di tengah letihnya, saat Allah mengirimkan bala bantuan-Nya di medan Badar kepada rasulullah saw, saat Allah mengirimkan angin kencang di peperangan khandak, saat Allah memenangkan Al Fatih atas Konstantinopel, saat Saladin membakar kapal-kapal musuh, saat Thariq bin ziyad menaklukan Andalusia. Tidaklah Allah memberikan reward itu, kecuali seorang hamba telah mencapai batas kemampuannya. Marilah kita ingat kebesaran Allah, hanya Dia-lah tempat kita bersandar.

Ikhwah, perlu antum ketahui semuanya, sekian banyak orang mendoakan kita saat uluran tangan kita menyapa beban mereka. Apalagi yang mendoakan kita adalah orang-orang shaleh yang dekat dengan Allah, bisa jadi itu mempercepat doa kita dikabulkan. Saat bertemu dengan sekian banyak ikhwan di mukhayam, mereka mendoakan kelancaran urusanku, saat bertemu dengan ustadz-ustadz dan ikhwah di dapil mereka mendoakan kelancaran urusanku, saat bertemu dengan binaan mereka mendoakan, saat bertemu dengan staff dan rekan-rekan kerja mereka mendoakan, saat bertemu dengan kawan-kawan seperjuangan mereka mendoakan, betapa indahnya ukhuwah ini. Dan.. satu hal yang tidak boleh kita lupakan. Komitmen kita untuk merampungkan amanah dari dua orang yang paling banyak berkorban untuk kita dan paling banyak mendoakan kita. Ibu dan Bapak. Seberapa besar kita bisa membalas bakti pada keduanya, sementara setiap kesalahan kita selalu menjadi beban pikiran untuk mereka.

Alhamdulillah, dua pekan terakhir di Januari ini benar-benar aku merasa mendapat banyak sekali kemudahan demi kemudahan. Eits, jangan dibayangkan seolah ringan-ringan saja.. ini adalah dua pekan sang sangat panjang dan melelahkan, tapi kebahagiaan itu saat bisa menikmati perjuangan. Sekarang hanya tinggal menunggu sidang skripsi. Tidak sempat kusampaikan terimakasihku satu-persatu pada antum.
Jazakumullah khairan katsir

TUHAN TIDAK PERNAH MEMPERSULIT HAMBANYA

About galeri son dc

Lebih bermanfaat dengan berbagi

Posted on 26 Januari 2014, in Pernik. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. syukron mas,,sdh diingatkan lagi disini,,

  2. gmana kabar antum akhy ??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: